Minggu, 01 November 2009

CINTA SUCI TAK PERNAH MATI



Ketika jiwa mati di terpa badai, daun semangat gugur menguning, kemudian kering jatuh berserak di hati yang gersang, keyakinan hilang apakah hujan akan mampu membuat akarku kuat menghisap air penyambung hidup, keraguan menerpa tekad mungkinkah beningnya sungai yang sejuk membuat segar tubuh yang layu. Semua sudah ada jodohnya, kasih malam tak akan indah bila tiada pelukan rembulan, sungai tak punya tujuan bila laut menutup diri, sekarang kemanakah tujuan ku dengan lentera jiwa yang padam. Ku coba mencari kemana angan akan bertaut sebab kasih diluar harap.

Wahai jiwa terbalut cinta, jangan mati sebelum ajal. Bukankah engkau telah bersumpah menjadi hamba ratu hatimu. Hidup ini bukan milikmu tapi milik kekasih hati. Hamba sejati tak akan mati bila tuan belum berpulang.

Janji adalah sumpah, sumpah adalah janji, jiwa raga adalah hamba tiada lain hanya mengabdi. Kasih itulah asal tekad diri memacu jantung agar hidup bisa berlangsung. Walau kasih di ujung mata tertutup kabut awan kelabu. Namun asa tetap berkembang menekur langkah menggapai mimpi.

Sinar jinga di ujung angan aku datang membawa luka, setiap langkah ku tercecer jejak kisah cinta kasih yang lara. Tiada lain tekad dihati pergi berperang menantang badai. Aku harus buktikan janji kalau diri sebagai hamba. Wahai sang kekasih hati, kaulah raja dalam hidupku.
(Gusnan Gundul)

Rabu, 28 Oktober 2009

MERUBAH PENGANGGURAN MENJADI KEMAKMURAN


Gusnan Mulyadi
Sebagai mana saya uraikan pada tulisan saya beberapa waktu yang lalu, bahwa seorang pemimpin yang baik harus bisa merubah hambatan dan tantangan menjadi peluang. Ada beberapa permasalahan mendasar yang ada di Propinsi Bengkulu terkhususnya Bengkulu Selatan. Misalnya krisis pupuk yang membuka peluang untuk berbisnis di bidang distribusi pupuk, krisis BBM berarti membuka peluang untuk para investor menanamkan modalnya di bidang usaha SPBU, krisis listrik membuka peluang para investor untuk membangun pembangkit listrik tenaga air maupun tenaga uap, tidak adanya pelabuhan nelayan di pasar bawah membuka peluang bagi invertor untuk membangun pelabuhan dan fasilitas lainnya, banyaknya pengangguran membuka peluang kita untuk bangun industri dan terutama pengiriman tenaga kerja keluar negeri. Khusus untuk pengangguran saya akan mencoba untuk mengurai benang kusutnya dan mencari jalan keluarnya.
Tiga tahun terakhir pendidikan Indonesia terus terpuruk. Data yang ada menunjukkan masih ada 15,4 juta penduduk berusia di atas 15 tahun yang menderita buta aksara. Pada tahun 2007 Indonesia menduduki peringkat 62 dari 130 negara, dan pada 2006 justru bertengger di tangga 58. Terkait hal itu, kita masih tetap harus bersedih karena daya saing Indonesia masih sangat rendah, bukan cuma di mata dunia internasional, tapi juga di antara negara-negara ASEAN. Berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF) 2008-2009, daya saing Indonesia hanya mampu menduduki peringkat 55. Peringkat itu berada di bawah beberapa negara ASEAN, seperti Singapura di peringkat 5, Malaysia 21, Thailand 34, dan Brunei Darussalam 39. Ada banyak faktor yang membuat daya saing Indonesia dinilai masih rendah, seperti infrastruktur, birokrasi, persoalan energi, penegakan hukum, dan tentu saja kualitas SDM yang terkait dengan kualitas pendidikan.
Rendahnya kualitas pendidikan ini juga sangat berpengaruh terhadap tingkat pengangguran, apalagi khusus untuk lulusan SLTA Sederajat sangat kurang sekali mempunyai kemampuan skill/keterampilan. Semakin betambahnya dari tahun ketahun barisan pencari kerja yang tidak terdidik dan tidak terampil ini juga semaki menambah berat pemasalahan pengangguran di negeri ini (ndak pulau kerejau, tapi tupau ndak di kerejauka katau mereka).
Ada beberapa cara untuk mengatasi pengangguran ini antara lain 1). Menyiapkan atau menyediahkan lapangan pekerjaan di bidang industri, pertanian, perdagangan di dalam daerah (lokal). 2). Menjadikan mereka tenaga kerja diluar daerah baik itu didalam negeri maupun di luar negeri. Dalam waktu yang singkat tidaklah mungkin untuk menjadikan Bengkulu Selatan sebagai daerah industri dan juga tidaklah mungkin kita bisa membangun sebuah pabrik (kecuali pabrik CPO/Sawit, Tepung Singkong) di daerah ini. Beberapa syarat untuk membangun sebuah industri minimal mempunyai ; 1). Pelabuhan laut yang memadai. 2) Angkutan darat yang murah (kereta api) 3). Ketersedian pembangkit listrik yang cukup besar 4). Tenaga kerja yang tersedia 5). Bahan baku yang tersediah. Nah ! untuk Bengkulu Selatan semua aspek itu tidak tersediah jadi saya berkesimpulan bahwa belumlah saatnya untuk kita bercita-cita tinggi ingin membangun sebuah industri di Bengkulu Selatan dalam waktu singkat ini. Salah satu jalan yang sangat cepat bisa di kerjakan yaitu pengiriman tenaga kerja keluar negeri. Dalam tulisan singkat ini saya akan mencoba memaparkan bagai mana membangun sebuah usaha pengirimkan tenaga kerja ini untuk Pemerintah Daerah.
Saya beberapa kali diskusi dengan seorang sahabat saya Nofel. SH (dari PT. SABIKA) dan beliau mempunyai pemikiran yang sangat cemerlang soal penanganan pengangguran ini, (jujur saya sangat salut dan kagum dengan pemikiran beliau yang masih sangat muda ini). Salah satu konsep yang beliau tawarkan yaitu TKI center. TKI center ini adalah sebuah lembaga pemerintah yang berkerja sama dengan swasta dan manajemen pengelolaannya di tentukan oleh standarisasi yang ditetapkan oleh pengguna tenaga kerja (luar negeri). Khusus TKI center ini pengelolaannya nanti akan lebih banyak peran pihak swastanya demikian juga soal pendanaan pihak swasta juga akan memberikan andil yang cukup besar disamping juga akan disediakan dana dari Pemerintah Daerah. Dari kegiatan atau usaha ini pemerintah daerah juga akan mendapat pemasukan berupa PAD.
TKI Centre yang akan di bangun ini meliputi beberapa kegiatan, antara lain ; 1). Pengrekrutan atau penenimaan calon TKI, seleksi dan uji kesehatan. Lembaga ini nanti akan menerima dan meyeleksi clon TKI yang berasal baik dari Provinsi Bengkulu dan sekitarnya. Kita akan membuat jaringan meliputi wiyalah Provinsi Bengkulu dan Provinsi Tetangga terutama kabupaten yang berbatasan seperti Lampung Utara, Lahat, Pagar Alam, Lintang Empat Lawang, Linggau, Musi Rawas dan lain-lainnya . Setelah mereka di seleksi dan di lakukan tes kesehatan maka mereka akan di kelompokan pada kelompok sesuai dengan kebutuhan negara penerima TKI tersebut. 2). Pelatihan bahasa, ketrampilan, budaya dll. Dari hasil seleksi dan pengelompokan tersebut akan di lakukan pelatihan sesuai dengan persyaratan yang di tentukan oleh Pihak Penerima calon TKI tersebut. Pelatihan ini meliputi keterampilan, Bahasa, Olah raga atau fisik, Kerja Sama tim dan lain-lain 3). Pengiriman dan Pemulangan. Setelah dinyatakan bahwa para Calon TKI tersebut siap untuk di kirim maka akan dilakukan pengiriman dan sekaligus pemulangan bila sudah berakhir masa kontrak. Untuk semua kegiatan ini akan semaksimal mungkin dibiayai oleh TKI centre sehingga calon TKI tidak merasa di beratkan bahkan mendapat kemudahaan untuk berangkat kerja keluar negeri. Untuk mengembalikan biaya yang dikeluarkan oleh TKI Centre dan sekaligus PAD bagi pemerintah maka setiap TKI yang di kirim harus tanda tangan kontrak perjanjian atas pengembalian biaya tersebut yang akan di potong dari gaji TKI yang di kirim.
Lembaga TKI centre ini tidak akan berhenti kegiatannya sebab selama-lamanya kebutuhan TKI ini akan selalu ada. Sekarang pertanyaannya “Apakah negara kita akan selalu menjadi negara pekerja ?” Jawabnya tentu tidak. Setiap TKI yang dikirim akan pulang membawa uang berupa tabungan yang akan bisa di jadikan modal usaha di kampung halaman. Di sisi lain para TKI yang sudah pulang bisa kembali lagi berkerja sebagai TKI dengan level yang lebih baik. Para TKI yang sudah pulang tentu sudah mempunyai keunggulan berupa keterampilan dan penguasaan bahasa untuk itu bila dia ingin kembali berkerja sebagai TKI maka kita akan latih mereka kembali untuk bisa ditempatkan pada level pekerjaan yang lebih baik, dengan demikian berarti tingkat penghasilan mereka pun akan lebih baik. Semakin baiknya tingkat keterampilan dan kedudukan kerja mereka maka pengahasilan mereka akan semakin besar yang juga kan berpengaruh positif terhadap PAD.
Sebagai bahan motivasi untuk kita bersama berikut ini saya kutipkan kisah sukses Eni Kusuma TKW (pembantu rumah tangga di Hongkong) . Profesi sebagai pembantu rumah tangga atau TKW di negeri orang, sering dipandang sebelah mata. Sekalipun, mereka adalah penyumbang devisa negara yang tidak bisa disepelekan jumlahnya. Mereka punya peran untuk keluarga maupun bangsanya, walau penghargaan maupun perlindungan terhadap mereka sangatlah minim. Tak heran jika yang sering kita dengar adalah kisah-kisah pilu tentang tidak berdayanya para TKW ini.
Namun, Eni Kusuma, membalikkan semua pandangan tersebut. Enam tahun menjalani profesi sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, Eni berhasil pulang dengan membawa sesuatu. Bukan harta yang berlimpah, tetapi sebuah hasil proses pembelajaran yang sangat menakjubkan. Di tengah-tengah kesibukannya sebagai pembantu rumah tangga, ia berhasil mengasah bakat menulisnya dan bergaul dengan komunitas yang lebih luas melalui internet.
Lulusan sebuah SMA di Banyuwangi, Jawa Timur, ini pun aktif di sejumlah mailing list penulisan. Di sana keterampilannya berkembang pesat dan ia mulai bergaul dengan sejumlah penulis sukses. Artikel-artikelnya pun tersebar dan semakin diapresiasi oleh khalayak. Sejumlah artikel motivasinya juga berhasil dimuat di situs motivasi dan pengembangan diri terpopuler, Pembelajar.com. Dari situlah akhirnya pada April ini Eni berhasil meluncurkan sebuah buku motivasi berjudul Anda Luar Biasa!!! (Fivestar, 2007). Berikut adalah wawancara Edy Zaqeus dari Pembelajar.com dengan Eni Kusuma melalui email akhir Maret 2007 lalu.
Selama ini, pembantu rumah tangga selalu dikonotasikan sebagai orang tidak berpendidikan, minim keterampilan, dan hidup tanpa harapan dengan gaji yang sangat rendah. Pandangan Anda?
Saya tidak pernah memandang orang dari profesinya. Profesi hanya sementara. Sebagai batu loncatan saja untuk mendaki ke profesi yang lain yang lebih baik. Saya hanya memandang orang dari “kemauannya untuk belajar”. Siapa pun dia! Meskipun dia seorang pejabat, anggota dewan yang terhormat, pembantu, pemulung, tukang kayu, dan tukang sapu jalan. Jika tidak mau BELAJAR, maka mereka termasuk yang tidak berpendidikan.
Banyak orang-orang dari profesi “terhormat” yang merugikan orang lain dan negara. Sebaliknya, tidak sedikit orang-orang dari profesi “rendahan” yang berguna bagi orang lain dan negara. Kami, para pembantu, tertawa saja melihat ulah birokrasi yang merugikan dan mempersulit kami. Padahal, semuanya bisa dipermudah. Atau sebagai orang miskin, kami geli dengan anggota dewan yang terhormat, protes atau demo karena diminta untuk mengembalikan uang rapelan.
Sekarang jelas bukan, siapa yang berpendidikan apa? Siapa yang lebih miskin? Siapa yang merasa lebih “rendah” gajinya? Saya justru termasuk pembantu dengan nomor urut ke sekian dari sekian banyak senior saya yang sukses menjadi pengusaha, wartawan, penulis, pengajar, investor, dll. Karena, mereka punya dream (Mimpi) dan mau BELAJAR.
Sekarang setelah kembali ke Indonesia, apa yang ingin Anda lakukan?
Belajar banyak hal. Sekarang lagi aktif menulis dan belajar menulis skenario. Dalam kesempatan ini saya hendak meminta kepada para penulis skenario profesional. Buatlah cerita yang masuk akal, mencerdaskan, dan memotivasi! Energi yang muncul dari cerita yang memotivasi pasti akan sangat dahsyat efeknya bagi perkembangan kualitas mental pemirsa. Jangan bikin yang sebaliknya. Karena, energi negatif dari suatu cerita yang sebaliknya, akan berdampak sama pula. Saya juga siap sharing kepada siapa saja.
Oya, seratus persen dari penjualan buku Anda Luar Biasa!!! ini akan masuk ke rekening yayasan Eni Kusuma Foundation, yang ingin saya dirikan untuk memberi pendidikan anak-anak miskin. Ini mimpi terbesar saya. Semoga. Tuhan memberkati kita semua. By the way, saya juga berkeinginan, suatu saat nanti saya diberi kesempatan berada di antara para anggota dewan yang terhormat. Sebenarnya, ada apa sih antara pemerintah dengan kondisi Indonesia saat ini?
Apa yang ingin Anda serukan kepada para pembantu rumah tangga di seluruh Indonesia, bahkan mungkin dunia?
Pesan saya, jadilah pembantu yang profesional. Bekerjalah sambil belajar. Dan, belajarlah dari orang-orang sukses. Untuk mempercepat, jangan belajar dari orang-orang “kebanyakan”. Banyaklah melihat dunia dengan membaca. Pembantu adalah profesi yang sangat terhormat, tanpa tanda kutip! Pembantu adalah profesi yang “kaya”. Karena, itu profesi yang melambangkan kesabaran. Kesabaran adalah ibu dari kesuksesan. Pembantu yang baik adalah tangan Tuhan yang penuh dengan pengabdian. Beranilah bermimpi dan wujudkanlah apa yang kalian inginkan. Bukalah pikiran. Tuhan Memberkati.
Seruan Anda bagi generasi muda kita, terutama para mahasiswa?
Unktu para generasi muda, terutama untuk para mahasiswa, kendalikan emosimu! Banyaklah membaca dan belajar! Kenali minatmu sedini mungkin! Carilah mentor! Jika perlu, jadilah orang suruhan dari orang sukses di bidang yang engkau minati! Serap ilmunya! Bekerja samalah dan jual ide kamu pada mereka! Jangan pernah menyerah! Dan, sukses hanyalah efek! Tuhan memberkati! (sumber www.pembelajar.com).
Uraian singkat ini hanya salah satu pemikiran saya untuk merubah sebuah tantangan menjadi sebuah peluang emas untuk meraik kesuksesan, merubah pengangguran menjadi kemakmuran. Sebagian orang tentu akan mengatakan mustahil namun bagi orang yang mempunyai kemauan dan kemampuan pasti mengatakan mesti berhasil. (penulis Alumni FE UNIB)

DARI DESA MENUJU SEJAHTERA



Gusnan Mulyadi, SE. MM

Untuk meningkatkan kinerja dari pemerintahan daerah, termasuk pemerintahan desa, pemerintah pusat beberapa kali telah mengeluarkan Undang-Undang yang berkaitan dengan hal tersebut, diantaranya Undang-Undang No, 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam undang-Undang ini disebutkan disebutkan :
1. Desa berdasarkan undang-undang ini adalah Desa atau yang disebut dengan nama lain sebagai suatu kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai susunan asli berdasarkan hak asal usul yang bersifat istimewa, sebagaimana dimaksud dalam penjelasan pasal 18 Undang-Undang Dasar 1945. Landasan pemikiran dalam pengaturan mengenai Pemerintahan Desa adalah keanekaragaman, partisipasi, otonomi asli, demokratisasi, dan pemberdayaan masyarakat.
2. Penyelenggaraan Pemerintahan Desa merupakan subsistem penyelenggaraan pemerintahan sehingga Desa memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat. Kepala Desa bertanggung jawab pada badan perwakilan Desa dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas tersebut kepada Bupati.
3. Desa dapat melakukan perbuatan hukum, baik hukum publik maupun hukum perdata, memiliki kekayaan, harta benda, dan bangunan serta dapat dituntut dan menuntut di pengadilan. Untuk itu Kepala Desa dengan persetujuan Badan Perwakilan Desa mempunyai wewenang untuk melakukan perbuatan hukum dan mengadakan perjanjian yang saling menguntungkan.
4. Sebagai perwujudan demokrasi, di Desa di bentuk Badan Perwakilan Desa atau sebutan lain yang sesuai dengan budaya yang berkembang di Desa yang bersangkutan, yang berfungsi sebagai lembaga legislasi dan pengawasan dalam hal pelaksanaan Peraturan Desa, Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, dan Keputusan Kepala Desa.
5. Di Desa dibentuk lembaga kemasyarakatan Desa lainnya sesuai dengan kebutuhan Desa. Lembaga dimaksud merupakan mitra Pemerintah Desa dalam rangka pemberdayaan masyarakat Desa.
6. Desa memiliki sumber pembiayaan berupa pendapatan desa, bantuan pemerintah dan Pemerintah Daerah, pendapatan lain-lain yang sah, sumbangan pihak ketiga dan pinjaman Desa.
7. Berdasarkan hak asal-usul Desa yang besangkutan, Kepala Desa mempunyai wewenang untuk mendamaikan perkara/sengketa dari para warganya.
8. Dalam upaya meningkatkan dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat yang bercirikan perkotaan dibentuk Kelurahan sebagai unit Pemerintah Kelurahan yang berada di dalam daerah Kabupaten dan/atau Daerah Kota yang setara dengan Desa.
Dari uraian di atas ada bebrapa hal yang menarik bagi saya dan hal tersebut belum tersentuh maksimal oleh pemerintah sebagai salah satu pilar utama untuk membangun daerah. Antara lain ; 1). Anggaran Pendapatan Belanja Desa. Dengan adanya kewenangan desa untuk menentukan sendiri APB Desa berarti Desa mempunyai kewewenanagn untuk menentukan arah kegiatan pembangunan Desa. Sepengetahuan saya (maaf kalau salah) sampai saat ini pembangunan yang berdasarkan aspirasi masyarakat desa itu sangat sedikit, bahkan lebih banyak yang bersifat dari atas kebawah seperti program pembangunan dari pusat, provinsi dan kabupaten. Hal ini merupakan salah satu penyebab banyaknya pembangunan yang gagal karena tidak tepat guna dan tepat azaz manfaatnya. Salah satu contohnya misalnya pabrik pengelolaan CPO/Minyak Goreng di Sulau, Pabrik Pengelolaan Jarak di Ulu Manna yang cenderung menjadi besi tua,terminal Gunung Ayu yang tidak termanfatkan sehingga seperti rumah hantu, Dermaga sandaran perahu di Pasar Bawah yang menjadi tambatan perahu karena di bangun di darat, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Pemerintah desa yang terdiri dari masyarakat di desa tersebut tahu persis kebutuhan sarana dan prasarana yang mereka butuhkan, oleh karena itu selayaknya setiap pembangunan hendaknya berdasarkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Desa. Agar pemerintah Desa bisa menjalankan kewewenangannya untuk membangun desa dengan baik, maka seharusnya pemerintah Kabupaten bisa mengalokasikan dana pembangunan yang cukup kepada Desa. Dengan dana yang ada tersebut diharapkan pemerintah Desa bisa melaksanakan pembangunan sesuai dengan skala prioritas kebutuhan Desa.
2). Sumber Dana. Merujuk kepada PP 72 tahun 2005 tentang desa, maka pemerintah Desa berhak untuk mendapatkan Alokasi Dana Desa (ADD). Kalau saja pemerintah desa mempunyai ADD sebesar Rp. 50 jt sampai Rp. 100 jt perdesa atau kelurahan maka saya sangat yakin bahwa beberapa pembangunan yang mendesak di desa tersebut akan dapat dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat desa tanpa merepotkan pemerintah kabupten. Namun untuk melaksanakan hal tersebut pemerintah Kabupaten harus bersediah melepas sebagian kewewenangnnya kepada Pemerintah Desa secara konsisten.
3). Gaji Kepala dan Perangkat Desa. Aparat desa terutama Kepala Desa sesungguhnya mempunyai tugas yang sangat berat di mana jam kerjanya tidak mengenal waktu. Bukanlah hal yang jarang terjadi kalau Kepala Desa terganggu tidur malamnya karena ada urusan masyarakat yang sangat mendesak. Namun sangat di sayangkan sampai saat ini gaji Kepala Desa tidak sebanding dengan Tugas dan tanggungjawab serta pekerjaan yang dia emban. Menurut saya gaji Kepala Desa minimal setara dengan gaji Sekertaris Desa yang PNS dan demikian juga dengan gaji Aparat Perangkat Desa minimal sebesar UMR termasuk BPD.
Nah !. Apabila tiga hal diatas yaitu ; Pemerintah Desa menyusun sendiri APB Desanya, dan tersediah dari ADD dan kesejahteraan Kepala dan perangkat desa cukup baik , maka saya yakin pembangunan di tingkat desa akan semakin baik. Kalaulah pembangunan di desa cukup baik pasti akan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat desa. Dengan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa yang didukung dengan pembangunan disektor ekonomi, sosial dan budaya secara terpadu bersama pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten maka saya yakin akan berpengaruh positif terhadap kemajuan Daerah secara luas. Katakanlah bila setiap desa dan kelurahan sudah makmur berarti seluruh Kabupaten Bengkulu Selatan akan makmur. Dengan pemikiran demikian saya sangat berharap pemimpin Bengkulu Selatan kedepan dapat berfikir dan menerapkan pembangunan yang dimulai dari Desa bukan di mulai dari atas kebawah. Kalau boleh kita jujur pola pembangunan yang dari atas ke bawah sebagai mana kita laksanakan selama ini belum bisa meningkatan kesejahteraan rakyat, untuk itu kita harus berani merubah pola fikir dan cara kerja yang kurang berhasil tersebut.
Sebagai salah satu contoh kegagalan tersebut yaitu kabupaten Bengkulu Selatan yang pernah menjadi lumbung beras / pangan sudah cukup sering kekurangan pangan terutama beras, bukanlah hal yang aneh kalau masyarakat Seginim, Air Nipis dan Kedurang sudah sangat sering menjadi penerimah beras miskin. Kekurangan pangan dan gizi buruk yang melandah masyarakat desa di Bengkulu Selatan tersebut adalah salah satu contoh kegagalan yang ada. Disamping itu kegagalan lain yaitu sangat banyaknya masyarakat Bengkulu Selatan yang berusaha / berkebun keluar daerah seperti Jambi, Seluma, Bengkulu Utara, Kaur dan daerah lainnya. Secara ekonomi Bengkulu Selatan sudah sangat dirugikan karena tenaga kerja yang sangat Potensial ini berkerja atau berkebun di luar daerah. Nah ! untuk mengantisipasi kekurang pangan mestinya kita belajar dengan kasus sejarah Nabi Yusuf yang menumpuk hasil panennya selama 3 tahun untuk menghadapi paceklik selama 3 tahun dengan mengaktifkan kembali lumbung desa (Tengkiyang). Sedangkan untuk mengurangi larinya tenaga kerja potensial keluar daerah tidak ada jalan lain selain kita harus membuka lahan persawahan baru dan lahan pertanian baru dengan membuka jalan kehutan-hutan (Koral Masuk Hutan). Ini adalah salah satu contoh atau cara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Kalau saya menguraikan hal di atas saya yakin-seyakinnya adau yang bekatau dalam ati “Gusnan cuma pacak ngiciak bukan mudah jak manau tanciau” . Hehehehe..... itukah pernyataan klasik yang selama ini selalu di dengung-dengungka oleh para pemimpin kitau, bahkan ndiak jarang para pemimpin menjanjikan beberapa hal termasuk kesejahteraan aparat desa dan pembangunan yang berpihak kepada desa, namun hal tersebut kadang hanya janji belaka karena pejekau puyang la di buang “JANJI NUNGGU KATAU BETARU”. Amu tanci untuk rakyat ndiak bediau tapi amu tanci batan mbeli STUM dinas adau.....hehehehe.....(Penulis Alumni FE UNIB).

Sabtu, 29 Agustus 2009

CINTA UNTUK ANAK NEGERI


(Ratapan Pilu Anak Desa)

Ketika kusibak tabir kehidupan di depan wajah, tepana aku mantap dirimu yang terduduk lesu, di suduk duka kehidupan hampa. Harapan yang kau ukirkan dulu, sudah bukan milik mu,terampas kuat tangan serakah. Kerbau dan sapi yang kau jaga hanya sekedar pengisi hari yang tak berarti, sebab kau tak mampu memilikinya semua itu adalah harta mereka yang hidup belimpa harta. Pujian tulus yang aku sampaikan, betapa indah hamparan sawah kuning emas kilau kemilau jaminan hidup anak negeri, lantas kau bilang itu bukan milikmu lagi, dengan wajah kuyu engkau berkata sudah terjual untuk putra yang membeli ilmu dibangku sekolah. Kulihat dilain sudut ruang duka, lesuh pemuda tak mendapat kerja karena ijazah tiada berguna yang berguna hanyalah rupiah. Saat daku beranjak pulang lirih terdengar suara keluhan, ada yang sakit tiada obat. Rela bepulang karena sakit harga obat laksana emas. Wahai Engkau sang Maha Kasih luka anak negeri menyanyat hati.
Wahai engkau penulis takdir mohon dengar niat dihati . Inginnya hidupku laksana lebah mengambil yang baik memberi yang terbaik, kerja sama mengerti tugas dan fungsinya, menjadi sahabat bagi yang baik, menjadi musuh bagi pengganggu, kerja ikhlas sekuat tenaga, berjuang rela berpulang sebelum menang, hidup bersama saling berbagi, hidup indah tiada sedih.
Jika tanganku mampu menggenggam setetes air, pasti kupersembahkan sebuah sungai untuk mu yang saat ini kehausan. Bila desah ku adalah angin pasti kuhembuskan semilir lembut untuk mu yang saat ini sedang kegalauan. Bila mataku adalah cahaya maka untuk mu ku bersinar terangi engkau dalam kegelapan. Bila tetes darahku butiran emas maka kan kutebar bibitnya di hamparan lahan untuk kau petik buahnya.
Aku kan tetap menjadi ombak, tak kan lelah aku belari mengejar pantai, aku tak peduli badai atau teriknya mentari, ku akan belari mengejar indah dikau di tepi pantai yang menunggu aku di dalam sunyi, aku tahu engkau hampir beku karena tak ada tangan bijaksana membelai jiwamu, aku akan datang untuk mu saudara jiwaku .
Aku tak lelah belajar bernyanyi walau ku tahu suaraku sumbang, aku tak lelah belajar menari walau kutahu gerakku kaku, aku tak lelah menulis puisi walau ku tahu kalimatku hampa, aku tak lelah belajar melukis walau ku tahu warnanya buram, aku tak akan lelah sampai engkau menyadari aku la yang terbaik untukmu.
Sebuah batu permata yang indah di bangun dengan kepedihan jiwa sang batu biasa yang rela dibakar membara dapur bumi dan ikhlas pedih di asa oleh tangan pengukirnya hingga menjadi sangat indah dan berharga, ku yakinkan diri aku pasti bisa, menjadi permata indah sebagai hiasan penambah indah taman harapmu.
Saudaraku ! sang burung membutuhkan sarang, laba-laba membutuhkan jaring, ikan membutuhkan air, sedang aku membutuhkan seorang sahabat yang bisa menjadi teman dalam berjuang, tempat aku memberikan kasih, kawan berbagi dikalah bahagia, teman sejati disaat sedih, sahabat akan kujadikan engkau tujuanku mengabdikan diri, membalut luka anak negeri. Saudaraku! beri aku cinta agar aku kuat dan bisa menggengam dunia yg akan ku persembahkan untukmu.
Aku tak lelah apa lagi berhenti, akan aku rubah tunggu menjadi bertemu, jalan menjadi tujuan, pinta menjadi beri, harap menjadi nyata, mimpi menjadi bukti, tanya menjadi jawab, tolak menjadi pinta, benci menjadi cinta, dendam menjadi rindu, pisah menjadi jumpa, jauh menjadi dekat, batuan menjadi hiasan. Engkau tahu suara hatiku menembus relung jiwa mu, saudaraku kembalilah kepada dirimu dengarlah bisik tulus kata hatimu, demi Sang Penggenggam jiwa aku berjanji tak ada khianat dihati. Akan kubentang di hadapanmu JALAN BARU MENUJU SEJAHTERA.
Kebijaksanaan datang dari pengalaman, pengalaman terkadang datang dari kesalahan dan kebodohan, maka janganlah takut melakukan kesalahan yang penting bagaimana memperbaiki kesalahan dan juga jangan takut dengan kebodohan sebab kebodohan selalu bisa di usir dengan pelajaran. Kesalahan masa lalu bukan lagi suatu kebodohan namun sudah berganti menjadi pengalaman guru terbaik untuk berbenah.
Wahai anak negeri ! aku akan berlayar ditengah badai dan gelombang samudera perjuang untuk menjemput mimpi-mimpi mu yang terobang-ambing di sana, akan ku genggam mutiara terindah untuk perhiasan masa depan mu, akan ku tampung air kesejukan untuk menentramkan jiwamu yang resah, Bumi Sekundang dengar jiwaku, cinta ini tiada batas.
Sahabat bila kita tidak punya kompas dan peta dalam perjalan menggapai cita mengharap sejahtera , sedangkan kita harus tetap melangkah, hanya satu yg kita butuh yaitu KEYAKINAN bahwa kita akan menemukan jalan keluar dari segala kesulitan yang kita hadapi. Tak ada masalah tanpa solusi. Bila kita bergerak bersama, berjuang bersama saling membahu, yakin jalan akan terbentang, sengsara akan berganti menjadi sejahtera. Namun bagi jiwa terbelenggu ragu di persimpangan jalan yang membimbangkan ,maka kita cuma perlu KEARIFAN agar tidak menempuh jalan penyesalan, aku disini menunggumu, cintaku dalam tak berdasar.
Sahabat Salah dan benar adalah dua hal yang selalu berdampingan, sudah menjadi adat biasa bila ada yang bersikap salah, dia benci setengah mati, bagi yang benar disanjung dipuji. Bila begitu adat caranya , pasti kita akan sering prustasi dengan kecewa di dalam dada. Mari kita bersikap bijak bagi yang salah kita maklumi berikan maaf tulus dihati, namun bila kita berbuat salah segera berbenah diri meminta maaf. Kalau ini cara bersikap yakin hidup terasa indah, kasih bersama hidup berbagi.
Sungguh banyak caci dan hinaan namun itu jadikan pupuk . Takkan ku biarkan mental ini menjadi rapuh, perasaan yakin menjadi pesimis, semangat yang kuat menjadi kendor, keyakinan terang menjadi kabur. Dengan tegas ku usir semua sikap negatif yang melemahkan jihad. Perjuangan ini adalah tugas sebagai khalifah di muka bumi. Menjemput takdir menjadi pemimpin, merubah nasib anak negeri.
Sahabat! mana mungkin akan merdeka bila yang dijadikan tujuan adalah kemerdekaan, bila ingin merdeka jauhkan diri dari keinginan untuk merdeka, hiduplah tanpa beban yang membelenggu jiwa, tujuan diri hanya mengabdi, jangan takut untuk memulai dan jangan bersedih bila gagal. Jihad yang suci hanya harapkan ridho Sang Maha segala Maha.
Ibu pertiwi lagi berduka, harapkan putra terbaik menjadi tumpuan. Orang baik akan di bimbing Tuhan sedangkan yang jahat di bimbing setan . Wahai kawan sadarilah, hanya kitalah yang menempatkan nilai baik atau buruk untuk diri kita sendiri, kebaikan akan menjadi pemicu untuk kita mencapai tujuan, sedangkan keburukan akan menuntun kita kejurang kehancuran.
Tiadalah mungkin air itu hanyut ke hulu, begitupun masa lalu tidak mungkin bisa di perbaiki, tiadalah guna meratapinya hanyalah kesia-siaan belaka, namun karena masa depan bisa kita perbaiki maka tataplah masa depan itu dengan semangat dan fikiran yang jernih serta usaha yang tak kenal putus asa.
Jujur aku tak mampu berjalan sendiri, Hingga tanya di dalam hati, mampukah aku menerangi jalan panjang yang membentang di depanku dengan kilau cahaya api jiwa yang hampir padam, jujur aku ragu, rembulan berilah terang walau hanya kilau temaram, inginnya aku tetap menganyunkan langkah diujung semangat yang terluka, namun aku masih punya alasan untuk bertahan, bukankah disana engkau dalam kebimbangan yang nyata, ku dengar bisik lirih di sudut jiwamu ada namaku berdesa samar disana, namun kenapa engkau lari dari hati bukankah itu kata yang terindah, saat kau berkata tidak! lukamu akan mengangah, kawan ketahuilah bila hati pedih terluka saat kita melawan katanya, maka itulah sesungguhnya kejujuran yang terjujur bahwa hati mu sudah menegormu engkau berada dalam jalur yang salah.
Dalam kesesatan akan datang petunjuk, dalam kesulitan ada kemudahan, setiap kegelapan ada terang berderang. Yakinlah pertolongan akan datang kepada orang yang tak pernah berputus asa secepat kilat. Kobaran api tidak mampu membakar Ibrahim, lautan luas tak mampu menenggelamkan Musa karena Allah bersama orang dalam kesulitan. Amun memang keselikur ndiak ke mandak di dua puluah, amu ke jadi jaguak ndiak kemati disambar elang, patian idup niniak puyang “JANJI NUNGGU KATAU BETARUA” (penulis adalah Alumi FE UNIB)

KUPU-KUPU TERINDAH KU


Wahai engkau sang ulat cantik, sayang dan cinta tulus ku membuat aku berharap engkau menjadi kupu-kupu yang termanis, tanpa engkau sadari betapa rasa cinta dan sayang ku sudah menjagamu. Ingatkah dirimu betapa banyak ancaman dari burung liar yang hampir mematuk mu. Saat itu aku selalu mendekapmu dalam cinta sehingga tidak seekorpun yang mengganggumu. Adakalahnya saat kau sedang terbaring lemah aku hadir dengan ciuman terindah penuh kasih. Tahukah engkau aku ingin kau menjadi ratu di kerajaan hatiku.

Tidak pernah sedetikpun aku biarkan engkau lara. Ketika kutatap mata kecil itu jantungku memacu darah menggetarkan jiwa. Wahai sang pemilik alam aku sudah luruh jatuh cinta kepadanya, namun tangan angkuh keadaan membuat aku hidup dipadang tandus. Kasih ingatkah engkau dikala teriakmu menghentikan nafasku. Wahai sang penjaga kedamaian datanglah kepadaku sebab aku terancam jiwa dan raga, tangan-tangan kebohongan sudah datang menipuku, itulah katamu, aku disini dalam takut yang teramat mengerikan jeritmu dari taman bunga negeri kembang. Dengan segenap jiwa aku terbang laksana kilat memberi terang mengusir takut setiap desir dan nafasmu. Kasih aku adalah hamba dan penjagamu maka aku datang memberi damai dari cinta di lubuk hati.

Aku sangat merasa tersiksa saat engkau di belenggu oleh setiap kulit keras kepompongmu. Mohon jangan menyalah angin apa lagi menyalahkan ku, sebab cangkang kepompong yang menyiksamu adalah lara buah congkakmu, pedih dari luka jatuhmu saat lari mengejar bayangan. Tiadalah mungkin pencinta sejati melukai kekasihnya, aku sangat mencintaimu jadi mana mungkin luka yang ada dari sikapku, tapi nafsumulah yang membimbingmu mengejar luka bukan aku. Kasih ingatkah engkau saat air mataku kau kuras meninggalkan bekas lembam mata yang bengkak, aku akan jadikan semua itu air segar memupuk taman bunga tempatmu bermain. Kini mataku semakin kabur nanar menatap mentari berpamit.

Kasih dengan kesabaran yang dipupuk oleh cinta sejatiku kini sudah kuantar engkau menjadi bidadari kecil kupu-kupu terindah. Warna sayapmu begitu indah laksana lukisan cinta dewa asmara yang selalu membuat mata mengarah silau ingin membelai. Nyanyian suaramu bagai denting kecapi dewi cinta di terang bulan yang bisa menghanyutkan jiwa menuju damai. Mata indahmu sudah bening selaksa cahaya, tatapanmu penerang kalbu jiwa nan kelabu. Kupu-kupu ku betapa cantiknya engkau terbang melayang di taman bunga, aku bangga telah menjagamu. Sayap indah mu semakin lebar kerpakannya semakin kuat, hingga kau bisa mengitari selaksa taman penuh bunga. Kini kau bukanlah kepompong apalagi ulat. Seiring angan dan mimpimu yang semakin tinggi kau selalu mengejar taman yang terindah. Dengan segenap kecongkakan akan keindahan yang kau miliki kau terbang bertualang mengejar mimpi mengikuti nafsu, meninggakan lara disetiap jejakmu. Wahai jiwa yang berbalut kefasikan tiada taman selalu indah, sebab bunga mengenal layu, yakinku kau akan mengenal hampa.

Kupu-kupu ku ! Aku berjanji Demi cinta yg sudah membelenggu jiwa, tertatihpun aku tetap melangkah, seluruh jiwa & raga kupersembahkan untuk mu, karena bila aku sudah mencinta, Bukanlah urusanku memikirkan diriku sendiri, karena urusanku adalah mencintaimu dengan sepenuh hati dan memberikan setiap waktuku untuk mengabdi padamu, membuat setiap gerak hidup ku untuk membahagiakanmu,kasih aku akan brusaha dalam sepanjang umurku untuk mempersembahkan yang terbaik untukmu, sungguh aku berharap engkau memikirkan ku.

Kasih terbanglah engkau sesukan hatimi dan tataplah cahaya fajar d antara rimbun puncak bukit, memantul kemilau disungai nan jernih, adakah keindahan disana, aku yakin jawabnya tidak!. Kemudian engkau berlarilah kebibir pantai, duduk senduh dirindang cemara, nun jauh disana cahaya jingga kilau kemilau, berebut pesona buih gelombang, mentari jingga hendak berpamit. Adakah keindahan disna saya yakin jawabnya tidak! Keindahan mu ada tersimpan di tulus cintaku yang takkan kau temukan di tempat yang lain, aku telah bentangkan taman sorga tempat kau bermanja diri sepanjang hayat.Aku bersumpah surgamu akan ku gemgam erat. (By. gmoelya).

Jumat, 28 Agustus 2009

MEMAKNAI MUSLIM ITU BERSAUDARA


ISLAM YANG TERCABIK DAN UMATNYA YANG TERPURUK
Kita sadari atau tidak sesungguhnya kapal negeri ini yang bernama Negara Republik Indonesia atau Kabupaten Bengkulu Selatan ini sedang diambang ketenggelaman yang sangat mencemaskan jiwa dan hati kita semua, membuat jiwa kita galau, hati kita penuh cemas, bulu kuduk kita merinding, bagaimanakah nasib anak cucu kita kedepan nantinya? Beranikah kita menghadapkan diri kita, ke Illahi Rabbi, karena kita semua turut bertanggung jawab akan semua ini.
Kapal ini sedang di hantam badai dahsyat kemungkaran, berupa ketidakjujuran, ketidakadilan, ketidakpedulian terhadap sesama, keserakahan dan ketamakan segelintir manusia serta egoistis mau menang sendiri. Bendera islam yang dikibarkan oleh insan-insan mulia waliyullah para pendahulu kita tercabik-cabil oleh fikiran sempit umat muslim sendiri. Sehingga sangat banyak sekali orang yang tersesat dijalan yang benar. Kita bersahadat tapi kita tidak paham hakekatnya bershadat, sebagian dari kita menunaikan ibadah haji, tapi mereka tidak paham kenapa pada saat pakaian ikhram tidak boleh membunuh binatang, apa hakekat melempar jumro, apakah tawab sesungguhnya dan setelah pulang haji bukan hanya binatang yang mereka bunuh bahkan mereka saling hina, fitnah, irih dengki sesama manusia. Umat islam mengucapkan salam sambil menoleh kanan dan kiri dalam sholat yang hakekatnya mendoakan apapun sebelah kanan dan kiri, tapi mereka malah serakah, saling tindas, memakan hak sesama, sewenang-wenang menggunakan harta dan kedudukan, bahkan ada yang berani proklamir, sayalah yang paling hebat, paling gagah, paling kaya. Ini seperti firaun membeli kemanusiaan dengan kedudukan dan harta .
Saat ini aliran yang satu mencela dan menyalahkan aliran yang lain, orang organisasi A tidak sepaham dengan B, Aliran C mencelah D, Pengikut Fulan bertentangan dengan pengikut si Badu, Ahli-ahli Fiqih menyalahkan orang tasawuf dan orang tasawuf menganggap dangkal Ahli fiqih. Para pendahulu kita pasti sedih dengan hal ini. Pertanyaan kita kenapa hal ini bisa terjadi ? Hal ini terjadi karena terlalu sempitnya pemahaman terhadap agama Tauhid ini. Kalau saya boleh mengumpamakan Islam itu seperti durian, maka semua orang akan berpendapat berbeda tentang durian ini. Sekelompok orang saya tanya, menurut kalian apakah durian? itu mereka menjawab durian itu buah yang berduri, sekelompok orang berpendapat durian itu harum dan manis dan menurut tukang kayu durian itu adalah batang yang bisa dibuat papan, Nah sekarang mana yang durian sesungguhnya, durian sesungguhnya ada akarnya, ada batangnya, ada daunnya, ada cabangnya, ada buahnya, ada isi buahnya. Lantas yang harum dan manis itu apa ? yang harus dan manis adalah penomena durian itu, sedangan durian sesungguhnya tidak bisa dilihat oleh mata orang yang memandang, tidak bisa diraba oleh tangan orang yang memegang, tidak bisa tergambarkan oleh orang yang membayangkan, durian sesungguhnya bersemanyam di dalam jantung hati durian yang bernama bijinya, karena didalam biji durian ada akar durian, ada batang durian, ada daun durian, ada buah durian, ada isi durian, bahkan ada berjuta biji durian. Nah sekarang yang mana islam itu. Islam itu bukan hanya syariat bukan juga hanya hakikat, bukan hanya fiqih bukan hanya tasawuf, bukan hanya NU dan bukan juga hanya Muhammadiyah. Islam itu adalah semua dari itu, islam itu adalah satu yaitu agama Tauhid yang di bawah cahaya segala cahaya, rahasia segala rahasia, obat segala obal insan pilihan kekasih Allah Muhammad. SAW

Inna
haadzihii ummatukum ummataw waahidataw wa ana rabbukum fa’ buduun
Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku. Q.S. Al Ambiyaa’ (21) : 92
Islam itu rahmatan lilalamin. Nikmatnya sholat, manisnya puasa, indahnya zikir itu hanya penomena dari kecintaan akan Allah semata. Maka kalau mau mendapat nikmatnya, sejahtera hidup dalam islam, masuklah islam secara utuh RAILAH HAKIKAT dan JANGAN TINGGALKAN SYARIAT.
Yakinlah bila kita sudah masuk kedalam islam lahir dan bhatin dan kita sudah Meraih Hakikat dan Mendirikan Syariat maka tidak akan terjadi perpecahan, tidak akan masalah lagi perbedaan pendapat. Karena perbedaan aliran, paham, organisasi hanyalah buatan manusia bukan buatan Rasulullah apalagi Allah. Sesungguhnya Muslim itu bersaudara. Apabila seorang sudah bersahadat maka dia adalah muslim dan muslim itu bersaudara. Sesungguhnya, melalui Rasulullah SAW sebagai penutup risalah kenabian, Allah SWT telah menurunkan dua model syariat islam yang masing-masing saling melengkapi . PERTAMA, syari’atul jawariah, atau syariat yang diperuntukan bagi jasmani kita. Inilah yang kemudian disebut ilmu fiqih, yang mengatur seputar halal dan haram, sah dan batal, serta seputar wajib, sunnah, mubah, makruh. Dasar syariat ini adalah nash-nash yang tertuang dalam Al-Quran dan Sunnah, serta ijma’ ulama dan qiyas. Syariat KEDUA adalah Syari’atul bhatin yakni syariat bhatin yang mengatur gerak hati agar senantiasa berjalan dijalan yang benar. Syariat bhatin ini jika dijalankan dengan benar akan berpengaruh positif terhadap kesempurnaan pelaksanaan syari’atul jawarih. Syariat bhatin bersumber dari ajaran akhlaq dan tata hati Nabi kepada beberapa sahabat khususnya itulah yang belakangan berkembang menjadi ilmu tasawuf. Semakin bagus akhlaq seseorang maka akan semakin tinggi pula ilmu tasawufnya. Mengutip Buya Hamka pada buku Ihya Ulumiddin, terjemahan Prof. Tk. H. Ismail Yakub Ma, S.H., berkata :
” Syariat tanpa hakekat, menjadi bangkai tak bernyawa. Hakekat tanpa syariat menjadi nyawa tidak bertubuh “.
Kapal negeri ini tercabik cabik dan sudah bolong menabrak karang kemiskinan yang telah membuat luka kita semua semakin pedih. Kapal ini limbung tak tahu arah kemana dermaga kesejahteraan yang menjadi tujuan para penumpangnya, karena tertutup oleh kabut kebodohan yang sangat pekat, ditambah oleh kemelut penumpangnya yang sesama muslim. Permasalahan kemiskin dan kebodohan ini tidak mungkin akan kunjung akhir kalau kita masih saja sibuk dengan egoitis mempertahankan pendapat sendiri yang juga belum tentu benar, kenapa kita tidak pernah mau melihat lebih dalam, kenapa kita selalu membicarakan perbedaan, kenapa kita tidak pernah membicarakan kesamaan. Sekarang marilah kita jangan persoalan tata cara ibadah sesorang, organisasi seseorang, marilah kita melihat lebih dalam, bagaimana ibadah kita, bagai mana akhlaq kita, karena sangat banyak orang yang rajin sholat hanya mendapat capek, banyak orang puasa hanya mendapat lapar, sementara sholat rajin, ngaji rajin, puasa rajin, korupsi rajin, iri dan dengki jalan, hasut dan fitnah hobby. Na kalau begini mana islamnya, bukankah islam rahmatanlilalamin, bukankah kita ini khalifah yang harus bisa menjadi rahmat seluruh alam, Sebelum naik masjid kita lepas alas kaki (pakaian dunia) yang hakekatnya umat Islam harus jangan bangga dengan pakaian dunia berupa jabatan, harta. Habis sholat kita salam kanan dan kiri yang maknanya mendoakan seluruh alam yang disebelah kanan dan sebelah kiri. Sekali lagi bukankah umat muslim itu bersaudara.

Innamal mu’minuuna ikwatun fa ashlihuu baina akhawaikum wat taqullaaha la’allakum turhamuun.
Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.
Q.S Al-Hujaraat (49) 010.
Ketahuilah negeri ini membutuhkan orang-orang yang mempunyai ilmu dan akhlaq mulia. Apabila penduduk-penduduknya mempunyai ilmu dan akhlaq mulia niscaya Allah akan menjadikan negeri ini negeri yang sejahtera lahir dan bhatin. Orang yang berilmu, beriman dan bertakwa tidak lah mungkin akan terjebak dengan fikiran dangkal, dia pasti akan bisa memahami bahwa dia itu adalah khalifah dia akan faham bahwa sesungguhnya umat muslim itu bersaudara. Sesama saudara mereka akan senantiasa bejihad dijalan Allah, berjihad untuk bisa memerangi kebodohan dan kemiskinan ini, dia akan faham makna dari beribadahlah seakan engkau meninggal esok dan berkerjalah seakan engkau hidup selamanya. Apabila kita sudah memahami, menghayati, dan mengamalkan Islam dalam kehidupan yakinlah Allah akan memenuhi janjinya.

Wa lau anna ahlal quraa aamanuu wat taqau la fatahnaa ‘alaihim barakaatim minas samaa-i wal ardhi walaakin kadzdzabuu fa akhadznaahum bi maa kaanuu yaksibuun.
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
(Q.S.Al-A'raf: 96)

“Fa alhamahaa fujuurahaa wa taqwaahaa, Qad aflaha manzakkaaha, wa qad khaaba man dassaahaa” Q.S Asy Syams 91:8-10 “Allah mengilhami sukma kejahatan dan kebaikan. Sesungguhnya bahagialah siapa yang mensucikannya. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Marilah kita masuk kedalam islam lahir dan bhatin agar kita bisa mendapatkan keindahan, kedamaian, kesejahteran dalam islam. Hal ini hanya bisa dilakukan apabila kita dapat menyatukan hakikat dan syariat, apabila kita mengutamakan sukma kebaikan dan mengubur sukma kejahatan, apabila kita mengedepankan akhlaq dalam bertindak, apabila kita menjadikan iman dan taqwa sebagai landasan Ilmu. Marilah kita jadikan sifat-sifat Rasulullah dan nilai luhur Asmaulhusna yang melekat dalam diri dan hati kita sebagai landasan gerak kehidupan, yakinlah kita akan menjadi insan pilihan di tengah masyarakat yang akan Menjadi Tempat Bertanya Dikala Mereka Tak Bisa. Menjadi Tempat Mengadu Dikala Mereka Sendu. Menjadi Tempat Bertimbang Dikala Mereka Bimbang. Menjadi Tempat Meminta Dikala Mereka Tak Punya. Menjadi Tempat Berlindung Dikala Mereka Lemah. Menjadi Tempat Berbagi Rasa Dikala Mereka Suka maupun Duka. Menjadi Penjaga Penjara Bagi Mereka Yang Bersalah. Menjadi Piala Bagi Mereka Yang Berjaya.ahimakumullah
Pesan saya untuk kita semua baik menjadi orang penting tapi lebih penting menjadi orang baik. Marilah kita semua senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah.

Bengkulu Selatan Tercinta Januari 2009

JANGAN JADI PEMIMPIN BENGKULU SELATAN KALAU........?


Merubah Hambatan Menjadi Modal Dasar Pembangunan
Oleh : Gusnan Mulyadi, SE. MM

Dari beberapa hasil diskusi saya dengan beberapa kalangan masyarakat Bengkulu Selatan baik di Bengkulu Selatan sendiri maupun yang di rantau, baik dengan tatap muka maupun melalui internet , ada beberapa ungkapan pertanyaan yang mereka sampaikan kepada ku tentang layak tidaknya seseorang menjadi pemimpin di Bengkulu Selatan. Jangan jadi bupati Bengkulu Selatan kalau tidak mampu kasian rakyat kata mereka, (sehubungan dengan PILKADA ulang nantinya). Beberapa ungkapan itu antara lain ; 1). Mengertikah mereka calon pemimpin dengan permasalahan di Bengkulu Selatan, 2). Bagai mana cara mengatasinya. 3). Kapan memulai mengatasinya. Saya sangat terhenyak dengan beberapa pertanyaan kritis namun sangat tepat ini, lantas saya berfikir dan mengarahkan pertanyaan itu kepada saya sendiri, jangan-jangan saya belum layak untuk menjadi pemimpin apalagi mengingat umur biologis saya masih muda yaitu 40 tahun (maaf! kalau umur psychologist di ukur dari kemampuan nalar, pengalaman dan pengedalian diri belum tentu yang tua bisa mengalahkan yg muda...hehehehe). Nah saya mencoba menjawab beberapa pertanyaan itu dengan beberapa pencaharian yang akan saya coba jelaskan di sini.
Pertama ; Permasalahan yang sangat mendesak dan sudah meresahkan masyarakat di Bengkulu Selatan ini antara lain : 1). Krisis Litrik, BBM, Pupuk. 2). Sumber mata pencaharian atau pengangguran yang sangat banyak. 3). Berlarinya sumber ekonomi atau modal keluar daerah karena tidak ada pabrik sawit. 4). Rendahnya mutu pendidikan sehingga banyak lulusan yang jadi pengangguran. 5). Belum di manfaatkannya laut sebagai sumber ekonomi Bengkulu Selatan dan masih banyak lagi masalah yang lainnya.
Kedua ; Untuk mengatasi atau menyelesaikan permasalahan di atas tentu dibutuhkan langka nyata yang bukan Cuma kata-kata wacana dan teori belaka (kritikan kawan2 di internet “Gundul jangan cuma ngiciak tapi buktikan”....hehehe). Pada tulisan ini saya mncoba menguraikan langkah dasar yang wajib sudah dimiliki calon pemimpin Bengkulu Selatan untuk mengatasi masalah tersebut. 1). Krisis listrik sebenarnya saya siap membatu mulai dari tahun kemarin bahkan saya sudah dua kali menulis pada harian ini bagai mana mngatasi krisis ini. Saya pada hari....tanggal.... yang lalu kembali membuat kesepakatan dengan PT. Tehnik Unggul (Irwandi) hitam di atas putih bermaterai 6.000 menyatakan mereka siap menyuplai genset baru sesuai dengan kebutuhan Bengkulu Selatan paling lambat 30 hari kerja sejak diterima pesanan (saya di bawa ke pabrik mereka di Balaraja Tangerang), bahkan sekarangpun mereka siap kalau Pemkab siap berkerja sama. Kalau soal krisis BBM saya sebenarnya sudah ada kesepakatan dengan Dirwan Mahmud, bila beliau dilantik maka kawan saya sudah siap dengan dana segar untuk investasi SPBU di Bengkulu Selatan demi mengatasi krisis BBM, beliau sepakat dan menunggu beliau di lantik (smoga beliau dilantik amin). Kenapa harus menunggu Dirwan dilantik karena investor minta jaminan keamanan investasi mereka. Soal pupuk saya sudah pernah menulis di harian Rasel tercinta ini dan saya sudah diskusikan dengan kawan-kawan di PUSRI Bengkulu, mereka siap bantu.
Masalah ke 3). Menciptakan sumber mata pencaharian atau lapangan kerja, ini nampaknya salah satu masalah yang tak kunjung pernah ditangani dengan serius oleh pemerintah kita baik dari tingkat pusat, tingkat propinsi maupun kabupaten/kota (kecuali penerimaan PNS...hehehe). Banyaknya pengangguran merupakan tantangan yang sangat berat bagi seorang pemimpin kedepan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jadi seorang pemimpin kedepan harus bisa mengatasi dan menyelesaikan masalah ini, kalau tidak bisa mencari jalan keluarnya kata para pengkritik saya belum layak menjadi pemimpin (kata mereka “Gundul mundur saja dari calon kalau tidak punya solusi mengatasi pengangguran” tegalau kritikan mereka tapi mereka benar). Saya sangat setuju dengan kritikan itu, seorang pemimpin masa depan harus bisa “Merubah Hambatan dan Tantangan Menjadi Peluang”. Pada program utama di dalam visi dan misi saya kemarin ada satu point yang memuat penanganan pengangguran dengan membuka peluang kerja keluar negeri. Pangsa pasar tenaga kerja diluar negeri ini sangat besar sekali asal kita bisa mengaksesnya. Seperti negara Syiriah, Saudi Arabia, Kwait, Jordan, Australia, Malaysia. Taiwan, Korea dan Jepang. Sedangkan bidang kerja yang tersedia disana antara lain pembantu rumah tangga, sopir, perawat kesehatan, tukang las, teknologi tinggi /IT, tukang bangunan, pertanian, tukang jahit, tukang masak dan accounting. Namun tidaklah segampang membalikan telapak tangan untuk melakukan semua ini, sebab ada beberapa persyaratan penting yang harus ada yaitu ; 1). Pemimpin pemerintah harus mempunyai hubungan baik dengan beberapa PJKTI baik dalam maupun luar negeri. 2). Calon TKI harus mempunyai keterampilan/skill dan menguasai bahasa, Arab, Inggris, Mandarin, Korea, Jepang (ini bisa dididik dan dilatih). Saya sudah mempelajari sistem dan seluk beluk pengiriman TKI ini dengan seorang sahabat saya direktur utama sebuah perusahaan PJTKI terbesar indonesia dan kami sudah membuat sebuah rencana pembangunan TKI CENTER di Bengkulu Selatan yang akan melayani pengiriman TKI ini untuk wilayah propinsi Bengkulu dan sekitarnya (ini bisa dilaksanakan oleh pemerintah sekarang saya siap menjadi konsultannya....). Sebagai gambaran gaji pemanen Anggur di Australia tidak kurang dari Rp. 75.000 jam kalau 8 jam kerja berarti Rp. 750.000,- perhari atau Rp. 22.500.000,- perbulan ini tenaga kerja yang tidak terampil. Saya akan uraikan secara gamblang bagai mana soal tenaga kerja ini pada tulisan berikutnya.
Persoalan ke 3) yaitu larinya modal atau keuntungan ke luar daerah terutama penjualan TBS (sawit) yang setiap hari sampai ratusan truk. Dalam kasus ini petani sawit sangat dirugikan sekaligus merugikan ekonomi daerah. Kalau kita beransumsi bahwa setiap hari ada 100 truk dengan beban 7.000 kg/truk dengan selisih harga 300 rupiah antara harga Bengkulu Selatan dengan pembeli luar daerah maka dalam satu bulan petani dan daerah sudah dirugikan 100 truk X 7.000 kg X Rp. 300 X 30 hari = Rp. 6.300.000.000 kalau satu tahun berarti Rp. 75.600.000.000 ,- sungguh luar biasa. Sedangkan untuk membangun sebuah pabrik sawit (PKS) dengan kapasitas 30 ton perjam diperlukan lebih kurang biaya investasi Rp. 50 M sedangkan kerugian kita adalah Rp. 75,6 M pertahun, jadi bila kita membangun sendiri maka satu tahun pertama berarti secara ekonomi daerah sudah di untungkan Rp. 25,6 M. Nah kenapa kita tidak bangun sendiri ?. Saya tentunya tidak mau dituduh Pemimpin yang tidak punya kemampuan dan tidak punya konsep dan rencana yang jelas dalam memimpin seadainya ada amanah itu, maka saya sudah menjajaki dengan kawan-kawan saya baik pengusah di Jakarta maupun dari Malaysia untuk pembangunan PKS ini. Mereka sangat siap untuk investasi dengan persyaratan pemerintah bisa berkerja sama dengan baik dan keamanan investasi mereka terjamin. Pengalaman saya selama ini dengan membawah calon investor terhambat dengan para pemimpin yang ingin segera mendapat keuntungan pribadi dan ketidak mengertian pihak pemerintah terhadap dunia bisnis ini, hal inilah salah satu penyebab utama para investor menjadi mundur. Nah pemimpin Bengkulu Selatan kedepan harus bisa membangun PKS ini demi untuk peningkatan ekonomi daerah (siapapun yang memimpin saya siap untuk membantu mewujudkannya).
Masalah ke 4). Mutu lulusan pendidikan yang rendah menyebabkan pengangguran. Pembangunan TKI Center yang kita rancang itu mulai dari Medical Check, Balai Latihan Kerja, Ansuransi, Asrama dan sarana olah raga. Nah bila TKI Center ini sudah terwujud maka otomatis bisa menjadi pusat pendidikan yang bisa memberikan ilmu dan keterampilan yang tidak di dapat di bangku sekolah. TKI Center yang kita bangun itu akan berkerja sama dengan pihak swasta sehingga pendanaanpun akan lebih banyak di tanggung oleh pihak swasta mitra kita, bahkan TKI center dan pengiriman ini nantinya akan menjadi sumber PAD cukup besar untuk Bengkulu Selatan.
Selajutnya ke 5). Laut lepas Bengkulu Selatan sangat banyak menganduk sumber daya ekonomi mulai dari Minyak bumi (cekungan Bengkulu) dan kekayaan laut berupa ikan, udang , rumput laut dal lain2nya. Sumber daya ekonomi yang dari laut ini sampai saat ini belum pernah tergarap dengan maksimal. Kendala utama yaitu tidak adanya pelabuhan nelayan yang memadai untuk berlabuhnya kapal nelayan skala menengah dan besar. Ada dua pilihan untuk membangun pelabuhan nelayan ini yaitu Muara Pasar Bawah dan Muara Air Pino. Saya ingat beberapa tahun yang lalu ada pengusaha dari Kuala Lumpur Malaysia melalui sahabat saya Lukman Hakim salah satu manager Singapore Airline saat itu yang membutuhkan ikan (racuk) sebanyak 20 ton perhari untuk kebutuhan pasar kuala lumpur dan sekitasnya. Mereka siap investasi sampai pembangunan cool storage pun mereka siap. Nah bila Bengkulu Selatan punya pelabuhan yang cukup bagus tentu bisa memenuhi permintaan mereka 20 ton per hari itu, apalagi lapangan terbang Ex jepang di padang panjang bisa kita jadikan landasan pacu untuk pesawat cargo kecil yang langsung bisa export hasil laut ke luar negeri. (siapapun jadi pemimpin saya siap untuk membantu mewujudkan hal ini).
Para pembaca Rasel yang budiman.
KETIGA ; Kawan-kawan dikusi saya mengatakan jangan menunggu jadi bupati dulu berbuat untuk daerah, mulai saja dari sekarang (hehehe.... luar biasa kritik dan tantangan mereka). Sesungguhnya saya sudah memulai ini sejak beberapa tahun yang lalu. Saya ingat saya pernah kirim surat kepada Bupati Iskandar Dayok untuk investasi Pembangkit listri tenaga air di sungai luas kaur dan kita (konsorsium) sudah siap uang Rp. 200 M dan sampai saat ini surat itu hanya ditanggapi melalui telepon oleh Kabag Pembangunan waktu itu tanpa tindak lanjut nyata seperti mengundang kita. Sehingga uang Rp. 200 M di investasikan di Indonesia timur dengan membangun pembangkit listrik tenaga angin. Dan untuk saat ini semua yang saya uraikan diatas bisa segera dilaksanakan bila pemerintah mau berkerja sama dengan kita saya jaminanannya bahwa yang saya katakan di atas bisa dilaksanakan segera bila pemerintah mau, tapi dengan catatan belum tentu para investor percaya dengan pemimpin daerah kita kalau tidak ada jaminan dari orang yang mereka percaya. Untuk lebih detailnya masalah TKI Center, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) saya akan uraikan dalam tulisan berikutnya. Nah kalau pertanyaannya Kapan harus dimulai ? Saya katakan “Seorang pemimpin harus sudah menyiapkan dirinya dengan segenap langkah yang bisa dipertanggunjawabkan dan diwujudkan untuk mngatasi masalah yang ada jauh sebelum ia menjadi seorang pemimpin” Pembaca Budiman Seorang Pemimpin Bijaksana siap berada dalam lingkaran kekuasaan dan siap juga berada diluar kekuasaan namun selalu siap untuk berbuat, maaf ! saya memang belum bisa berbuat banyak untuk daerah kita, namun saya siap menjadi mitra pemimpin Bengkulu Selatan nantinya bila saya bukan pemimpinnya. Semoga ada manfaatnya untuk pemimpin. Janji Nunggu Katau Betarua (penulis adalah alumi FE UNIB.silahkan kunjungi www.gusnan-mulyadi.blogspot.com).